Jenis Alat Musik Tradisional Aceh Beserta Gambar, Fungsi dan Penjelasan

Alat Musik Tradisional Aceh dan cara memainkanya adalah artikel yang penting untuk dibahas. Karena banyak orang membutuhkan contoh dan keterangan terkait alat musik ini. Tujuanya pasti berbeda-beda, ada yang untuk menyelesaikan tugas sekolah, ada yang untuk menulis artikel alat musik, dan ada yang hanya untuk dibaca-baca saja. Karena sifatnya yang kuno, masa lalu atau tempo dulu, alat musik tradisional dari Aceh harus mendapat perlakuan berbeda. Hal ini karena alat musik tersebut harus dilestarikan keberadaanya dari waktu ke waktu yang akan diteruskan oleh generasi yang selanjutnya.

Welcome to hargaalatmusik.info

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung ­čÖé

Jangan sampai ada generasi yang tidak kenal dengan alat musik warisan nenek moyangnya. Malu donk !. untuk menuju kesana dibutuhkan kesadaran dari berbagai pihak demi terwujudnya kecintaan seluruh masyarakat Indonesia kepada jenis alat musik nusantara. Singkatnya, kembali kepada topik artikel ini dan yang jadi pertanyaan adalah: apa saja alat musik tradisional dari Aceh? Berikut ini ulasanya untuk anda.

Alat Musik Tradisional Aceh

Aceh memang tak bisa dilepaskan dari budayanya yang unik. Masyarakat yang sarat dengan suatu adat hasil perpaduan antara budaya Melayu dan budaya Islam. Tak mengherankan jika kemudian ia mendapat julukan Serambi Mekah. Alat musik tradisional Aceh merupakan sejumlah alat yang digunakan untuk mengiringi suatu kegiatan adat di wilayah Aceh. Alat musik ini kemudian menjadi sebuah identitas dan kebangaan masyrakat Aceh.

1. Alat Musik Serune Kalee.

Alat Musik Serune Kalee

Sarune Kalee adalah alat musik tiup tradisional Aceh yaitu sejenis Clarinet terutama terdapat di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Alat musik ini terbuat dari kayu, bagian pangkal kecil serta di bagian ujungnya besar yang menyerupai corong. Di bagian pangkal terdapat piringan penahan bibir peniup yang terbuat dari kuningan yang disebut perise. Serune ini mempunyai 7 buah lobang pengatur nada. Selain itu terdapat lapis kuningan serta 10 ikatan dari tembaga yang disebut klah (ring) serta berfungsi sebagai pengamanan dari kemungkinan retak / pecah pada badan serune tersebut. Alat ini biasanya digunakan bersama genderang clan rapai dalam upacara-upacara maupun dalam mengiringi lagu tradisional Aceh.

2. Alat musik Arbab.

Alat musik Arbab

Arbab merupakan alat musik tradisional dari Aceh yang terbuat dari tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai, sementara busur penggeseknya terbuat dari kayu, rotan atau serat tumbuhan. Alat musik ini terdiri dari 2 bagian, yaitu instrumen induk yang disebut arbab dan penggeseknya yang disebut dengan Go Arbab. Alat musik tradisional Aceh yang dibunyikan dengan cara digesek ini pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Diperkirakan alat musik Arbab ada pada jaman Belanda. Akan tetapi saat ini alat musik Arbab sudah jarang dan mungkin hampir punah dari Serambi Mekah. Alat musik tradisional Arbab pada zamannya biasa dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional, bersama Geundrang/Rapai dan sejumlah alat musik trandisional lainnya, di mana Arbab berperan sebagai instrumen utama pembawa lagu. Dalam tradisinya, musik Arbab biasa dimainkan dalam acara-acara keramaian rakyat, seperti pasar malam dan seni pertunjukan Aceh.

3. Alat Musik Gendang (Geundrang).

geundrang aceh

Alat musik ini terdapat hampir di seluruh daerah yang ada di Aceh. Alat musik ini terbuat dari kayu nangka, kulit kambing dan rotan. Pembuatan gendang dilakukan dengan melubangi kayu nangka yang berbentuk silinder sedemikian rupa sehingga badan gendang menyerupai bambam. Pada permukaan lingkaranya (kiri-kanan) dipasang kulit kambing, yang sebelumnya telah dibuat ringnya dari rotan dengan ukuran persis seperti ukuran lingkaran gendangya. Sebagai alat penguat/pengencang permuakaan kulit dipakai tali yang juga terbuat dari kulit. Tali ini menghubungkan antara kulit gendang yang kanan dengan yang kiri. Alat pemukul atau yang biasa disebut dengan stick gendang juga dibuat dari kayu yang dibengkokan pada ujungnya yaitu bagian yang di pukul ke kulit.

4. Alat musik Canang.

alat musik canang aceh

Canang merupakan alat musik tradisional dari Aceh yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat Aceh, Gayo, Tamiang, dan Alas. Masyarakat Aceh menyebutnya dengan sebutan Canang Trieng, di Tamiang disebut dengan kecapi dan di Alas disebut dengan kecapi Olah. Alat musik ini terbuat dari kuningan dan bentuknya menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik canang dan masing-masing memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda pula. Fungsi alat musik canang pada umunya digunakan sebagai penggiring tarian-tarian tradisional. Dan biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.

5. Alat musik Tambo-tambo.

Alat musik Tambo-tambo

Tambo-tambo merupakan alat musik tradisional dari Aceh yang berupa bedug besar yang menghasilkan bunyi jika dipukul mengunakan alat pukul yang terbuat dari kayu. Alat musik tradisional tambo terbuat dari batang pohon iboh (bak iboh), yang mempunyai tekstur kulit yang lembut, dan menggunakan tali rotan. Fungsi alat musik ini di masa silam adalah sebagai sarana untuk mengumpulkan masyarakat di Menasan agar ,au melaksanakan sholat berjamaah. Di masa sekarang tambo kian sulit ditemukan. Fungsinya telah tergantikan dengan keberadaan micropohone.

6. Alat musik Rapai.

Alat musik Rapai dari aceh

Alat musik tradisional Rapai merupakan alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul sama seperti rebana pada umunya, rapai merupakan instrumen ritmis yang dibuat dari bahan kayu dan kulit lembu. Alat musik rapai pada umunya berbentuk seperti tempayan atau panci dengan berbagai ukuran. Dibagian atas rapai ditutup dengan kulit, sedangkan bagian bawahnya kosong. Menurut orang-orang terdahulu, alat musik Rapai ini berasal dari Bahdad (irak), dan dibawa ke Aceh oleh seorang penyiar agama Islam bernama Syeh Rapi.

Alat musik Rapai ini berfungsi untuk mengatur tempo dan tingkahan-tingkahan irama bersama Serune kalee maupun buloh perindu. Berdasarkan besarnya rapai serta fungsinya, alat musik tradisional dari Aceh ini terdiri dari beberapa jenis yaitu: Rapai Pasee (rapai gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot, Rapai Anak/tingkah, Rapai kisah. Alat musik rapai ini biasanya dimainkan dalam berbagai kesempatan seperti misalnya pada saat pasar malam, upacara perkawinan, ulang tahun, mengiringi tarian, memperingati hari hari tertentu dan acara lainnya. Namun, selain dimainkan secara tunggal alat musik rapai ini juga dapat digabungkan dengan peralatan musik lainnya.

Alat Musik Tradisional Indonesia

Nah, itulah beberapa informasi alat musik tradisional Aceh mulai dari nama, gambar, cara memainkan, fungsi dan penjelasanya. Semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat untuk anda pembaca hargaalatmusik.info guna menambah wawasan budaya untuk kita semua serta dapat bermanfaat dalam menambah wawasan budaya. Terimakasih.

Jenis Alat Musik Tradisional Aceh Beserta Gambar, Fungsi dan Penjelasan | admin | 4.5
/* */
Selamat Datang di HARGAALATMUSIK.INFO

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*