Pengertian, Sejarah, Fungsi Serta Ciri-Ciri Dari Musik Melayu

Ciri-Ciri Musik Melayu – Selamat datang di blog hargaalatmusik.info. Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai ciri-ciri musik Melayu. Karena ciri-ciri dari musik melayu ini pastinya akan berbeda dengan ciri-ciri pada musik pop dan musik rock dan jenis genre musik lainya. Tapi sebelum saya memberikan informasi tentang ciri-ciri musik Melayu silakan anda simak sedikit pengertian mengenai musik melayu yang ada dibawah ini.

Welcome to hargaalatmusik.info

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Di sini pasti semuanya sudah kenal apa itu musik, mungkin setiap hari di waktu yang luang kita sering mendengarkan musik. Musik memang sudah menjadi gaya hidup dan makanan sehari-hari bagi semua orang yang ada di muka bumi ini. Ada juga yang tidak bisa belajar kalau tidak sambil mendengarkan musik. Musik sendiri itu juga memiliki banyak jenis genre dan salah satunya adalah musik Melayu.

Ciri Khas Musik Melayu

Ciri Khas Musik Melayu

Pengertian dan Fungsi Musik Melayu

Musik Melayu adalah musik tradisional yang khas dari wilayah yang beradah di Pantai Timur Sumatera dan Semenanjung Malaysia, di mana dalam permainanya didominasi oleh alat-alat musik rebana, petikan gambus, pukulan gong, dan alunan serunai. Gaya dari aliran musik ini dapat dijumpai di Riau, Palembang, Deli, Aceh, hingga ke beberapa negara lain selain Indonesia seperti Malaysia dan Singapura. Fungsi dari musik Melayu sendiri adalah sebagai hiburan bagi masyarakat.

Sejarah Musik Melayu.

Dengan melihat pandangan ke belakang, awal Musik Melayu ini berakar dari Qasidah yang berasal sebagai awal kedatangan dan penyebaran Agama Islam di Nusantara sekitar tahun 635 – 1600 dari Arab, Persia dan Gujarat, sifatnya dalam pembacaan syair dan kemudian dinyanyikan. Oleh sebab itu, awalnya syair yang dipakai adalah semula dari Gurindam yang pada saat itu dinyanyikan, dan secara berangsur kemudian dipakai juga untuk mengiringi sebuah tarian. Pada waktu sejak dibuka Terusan Suez terjadi arus migrasi orang Arab dan Mesir masuk Hindia Belanda tahun 1870 hingga setelah 1888, mereka pada awalnya membawa alat musik jenis Gambus dan bermain Musik Arab.

Pengaruh ini juga bercampur dengan musik tradisional dengan syair Gurindam dan alat musik tradisional lokal seperti gong, serunai, dsb. Kemudian pada tahun 1940 lahirlah Musik Melayu Deli, tentu saja gaya permainan musik ini sudah jauh berbeda dengan asalnya sebagai Qasidah, karena perkembangan pada masa ini tidak hanya menyanyikan sebuah syair Gurindam, tetapi sudah sangat jauh berkembang sebagai musik hiburan nyanyian bagi masyarakat setempat dan pengiring tarian khas Orang Melayu yang berada di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Dengan perkembangan teknologi elektronik yang sudah mulai cangih yaitu sekitar tahun 1960 an, maka mulai diperkenalkan sebuah alat pengeras suara, gitar elektrik, bahkan perkembangan keyboard juga mulai maju dan terkena imbasnya. Dan tak kalah penting adalah perkembangan industri rekaman sejak tahun 1950.

Baca Juga : 6 Jenis Alat Musik Tradisional Jawa Timur dan Cara Memainkannya

Jenis-Jenis Alat Musik Untuk Menggiringi Musik Melayu.

Tanah Melayu adalah salah satu daerah yang memiliki musik yang unik. Alat musik melayu dapat digolongkan menjadi empat jenis yaitu:

  • Aerofons adalah jenis alat musik tiup.
  • Cordofons adalah instrumen musik yang memiliki senar yang dimainkan dengan cara dipetik.
  • Idiofons adalah instrumen musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul.
  • Membranofons adalah alat musik yang terbuat dari kulit atau membran yang membentang di atas instrumen untuk memghasilkan suara yang bila dipukul.

Pada budaya Melayu, alat musik jenis ini sering digunakan untuk mengiringi tarian atau lagu-lagu tradisional Melayu.

Berikut adalah contoh alat musik Melayu.

 1. Rebana Ubi.

Alat musik ini sangat terkenal sejak zaman kerajaan Melayu kuno. Rebana ubi sering digunakaan pada saat upacara pernikahan. Selain itu juga digunakan sebagai alat komunikasi sederhana karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubu memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakat saat itu.

2. Kompang.

Alat musik ini terbuat dari kulit sapi yang dikeringkan dan dipasangkan ke ring yang terbuat dari kayu. Bentuknya sama persis seperti rebana. Alat musik kompang terdiri dari beberapa ukuran, dan ukuran inilah yang nantinya akan menghasilkan suara yang berbeda, sehingga variasi suara yang dihasilkan hanya berasal dari ukuran kompang.

3. Gambus Selodang.

Alat musik ini menyerupai ud (oud) di Timur Tengah terbentuk seludang kelapa yang dibuat dari batang nangka. Pada tengah-tengah resonatornya ditutupi dengan kulit sapi, kerbau atau kulit kambing yang sudah diraut sangat tipis.

4. Marwas.

Marwas atau yang biasa disebut dengan meruas. Marwas adalah alat musik jenis gendang yang sangat berfungsi dan berarti sebagai pengatur tempo atau rentak.

5. Sape.

Sape adalah seruling tradisional masyarakat Melayu. Alat musik dibuat dengan bambu panjang yang dilubangi sehingga menghasilkan nada yang sangat merdu. Cara memainkan Alat musik yaitu dengan cara ditiup. Sape digunakan untuk melengkapi musik tarian tradisional Melayu. Selain itu, sape juga digunakan sebagai pelengkap musik dalam mengiringi lagu tradisional Melayu. Dan sampai saat ini alat musik ini masih sering digunakan. Salah satunya adalah untuk mengirinya musik dangdut (perkembangan dari musik Melayu).

Baca Juga : 12 Jenis Alat Musik Tradisional Jawa Barat Beserta Pengertian

6. Gendang.

Gendang adalah instrumen asli dari Riau yang memiliki fungsi utama yaitu untuk mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah biasa disebut dengan kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi yang bernama dengan kendang gedhe biasanya disebut kendang kalih. Kendang kalih biasanya dimainkan pada lagu atau gendhing yang memiliki karakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisanya untuk dimainkan dengan nada cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran dan ladrang irama tanggung. Untuk wayangan atau pewayangan ada satu lagi kendhang yang khas yaitu: kendhang kosek. Kendang kebanyakan dimainkan oleh para pemain gamelan yang sudah profesional, yang sudah lama menyelami dunia budaya Jawa. Kendang kebanyakan di mainkan sesuai dengan naluri dari pemain gendang, sehingga bila dimainkan oleh satu orang dengan orang lain maka akan berbeda nuansanya.

7. Gong.

Gong merupakan alat musik jenis pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Gong ini biasanya digunakan untuk alat musik tradisional. Saat ini tidak banyak lagi perajin gong.

Nah, setelah mengetahui pengertian musik Melayu, jenis-jenis alat musik untuk mengiringi musik Melayu dan sejarahnya, sekarang saatnya anda mengetahui ciri khas musik Melayu ini. Dan ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

Ciri Khas Musik Melayu.

  1. Ada rentak irama yang meliuk (cengkok) dalam alunan musiknya. Tetapi terkadang juga ada yang hanya nyaris datar.
  2. Syair-syair dari lagu melayu baik yang bertemakan percintaan, persahabatan maupun yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial memiliki kalimat sanjak yang memiliki nilai suatu kesusateraan.
  3. Syairnya tidak cengen, tidak vulgar dan membawa pesan moral yang baik untuk semua pendengarnya.
  4. Menggunakan gendang tradisional, alat musik membranophone atau rebana yang berukuran besar yang membawa sentuhan dandang dan melayu.
  5. Menghasilkan sentuhan dendang yang mengajak pendengarnya selalu ingin berjoget.
  6. Instrumen di dominasi oleh alat musik biola, accordion dan gong.

Nah, Demikianlah tadi informasi dari kami yang mengenai Pengertian, Sejarah, Fungsi  Serta Ciri-Ciri Dari Musik Melayu yang bisa saya sampaikan kepada anda. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk anda yang sudah membacanya.  Terimah kasih….

Pengertian, Sejarah, Fungsi Serta Ciri-Ciri Dari Musik Melayu | admin | 4.5
/* */
Selamat Datang di HARGAALATMUSIK.INFO

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*